PENODAAN AGAMA?


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Beberapa hari lalu viral berita mengenai youtuber yang telah meresahkan masyarakat karena konten youtubenya telah menyinggung salah satu agama dan diduga melakukan penodaan agama. Pada akhirnya, atas tuntutan dari masyarakat dan ormas keagamaan, youtuber tersebut ditangkap oleh polisi atas dugaan tindak pidana penodaan agama sesuai UU No. 1/PNPS/1965 dan Undang-undang ITE.

Setelah penangkapan, timbul desakan dari berbagai kalangan masyarakat dan ormas keagamaan lain agar penangkapan dilakukan pula terhadap para pelaku lain dalam peristiwa lain yang masih berkeliaran bebas. Alasannya jelas: hukum tidak boleh tebang pilih. Bila tebang pilih akan menimbulkan keresahan dalam masyarakat yang akan berdampak buruk terhadap rasa keadilan dan pada gilirannya akan membawa dampak buruk pada berbagai sendi kehidupan.

Polisi pun bergerak melakukan penangkapan. Memang sudah seharusnya aparat penegak hukum sejak lama melakukan hal tersebut tanpa perlu merasa gamang. Kita tunggu bagaimana proses hukum akan berjalan dan bagaimana para aparat penegak hukum akan menangani kasus-kasus lain yang sekian lama belum tersentuh hukum. Tentu saja harapan kita semua bila akhirnya sampai di pengadilan, keputusan yang diambil oleh hakim adalah keputusan yang memenuhi rasa keadilan dalam masyarakat dan memberi efek jera agar kejadian yang sama tidak terus terulang terhadap agama apapun (perasaan dan keyakinan penganut agama) yang ada di Indonesia.

Dalam hati, saya sering merasa heran dan terenyuh atas perilaku orang-orang tersebut yang melampaui batasan-batasan etis tak kasat mata tapi sangat sensitif dengan memasuki wilayah keyakinan orang lain. Terlebih lagi dilakukan dalam era internet dan medsos sekarang ini yang telah meruntuhkan batasan ruang dan waktu. Bahkan dalam ruang diskusi ilmiah pun sebaiknya dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan menghindarkan diksi yang berpotensi disalah tafsirkan dan menimbulkan pertentangan dalam masyarakat. 

Pada area-area tertentu, ranah keyakinan seringkali berbeda dengan cara berpikir ilmiah yang mengedepankan rasionalitas dan bukti empiris. Jangan hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat menjadi alasan bagi siapapun untuk mengeluarkan ucapan dan tindakan kontraproduktif. Hak asasi dan kebebasan kita dibatasi oleh hak asasi orang lain. Dalam hal ini kenapa perlu ada undang-undang yang mengatur.

Kita tidak bisa dan tak boleh melihat dan menilai keyakinan orang lain dari kacamata ajaran dan keyakinan agama atau ideologi yang kita anut. Kalau itu dilakukan, dampaknya akan negatif. Kita tak dapat memperbandingkan keyakinan kita dengan keyakinan orang lain karena kalau itu dilakukan subyektifitas akan menguasai penilaian kita. Biarlah klaim kebenaran dan kehebatan agama yang kita yakini, kita pegang dalam hati kita bukan dibicarakan secara terbuka apalagi dengan menjelek-jelekkan keyakinan orang lain. 

Kebesaran agama kita tidak ditentukan oleh kejelekan agama orang lain, tapi ditentukan oleh seberapa banyak kita menjalankan ajaran agama kita bagi kemaslahatan diri pribadi kita, keluarga kita, tetangga kita, masyarakat dan umat manusia serta lingkungan hidup.

Seberapa intens hubungan kita dengan Sang Pencipta bukan ditentukan seberapa fanatik kita membela Tuhan dan agama kita serta merendahkan dan menjelekkan Tuhan dan agama orang lain, tapi seberapa intens kita menjalankan kebajikan dalam kehidupan. Tuhan hadir secara intens dalam karya kebajikan yang kita lakukan dalam kehidupan ini.

Secara sederhana Zhisheng Kongzi memberi panduan pada kita umatnya agar dapat hidup harmonis.

Bila berlainan dao jangan berdebat.

Jangan lakukan apa yang tidak ingin orang lain lakukan padamu.


Dua tuntunan itu cukup untuk menjaga kehidupan dari perselisihan dan melindungi diri dari tindakan tak perlu yang berpotensi menyeret kita pada masalah hukum.

Hukum penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban, etika moral akan menjauhkan kita dari masalah hukum dan menjaga agar hukum dapat berjalan dengan baik. Anda setuju? (US) 29082021

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN