SEMBAHYANG ARWAH (TAFSIR)


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Hari ini kita memasuki bulan ke tujuh (qi yue) tahun 2572 penanggalan Kongzili. Tidak sedikit orang yang mengatakan bulan tujuh adalah bulan hantu. Saya pikir istilah hantu adalah terjemahan dari gui. Menjadi lawan kata malaikat (shen). Antagonisme yang tanpa disadari sering membawa ke dalam cara pandang berbeda dari spiritualitas dan kosmologi yin yang.

Sebagai umat Konghucu, saya tidak pernah menganggap bulan tujuh sebagai bulan hantu tapi sebagai bulan arwah karena pada bulan ketujuh dilaksanakan dua persembahyangan arwah, yaitu sembahyang arwah leluhur dan sembahyang arwah umum. Saya tidak bersembahyang mendoakan gui (hantu) tapi bersembahyang mendoakan gui (arwah). Penggunaan kata arwah bukan hantu menghindarkan pula salah pemahaman mengenai dua kata tersebut karena terdistorsi pemahaman agama lain. 

Persembahyangan arwah leluhur biasa dilaksanakan dirumah pada tanggal 1 dan 15 bulan 7, sedangkan persembahyangan arwah umum yang dikenal sebagai Jing He Ping dilaksanakan di kelenteng atau miao atau tiong ting pekuburan pada tanggal 29/30 bulan tujuh.

Tujuan utama bersembahyang arwah di bulan ketujuh adalah mendoakan agar arwah leluhur dan arwah umum yaitu arwah orang yang telah berpulang siapapun dia dapat tenang dan damai dalam kemuliaan kebajikan Tian, tidak mengembara di dunia ini.

Sebagai wujud kepedulian umat Konghucu pada sesama, saat sembahyang Jing He Ping, umat Konghucu biasa menyisihkan sebagian rezekinya untuk berbagi pada sesama.

Asal-usul sembahyang bulan ketujuh tercatat dalam Kitab Catatan Kesusilaan (Liji) XVIII Za Ji B: II: 24. Sembahyang pada leluhur negeri Lu (negeri kelahiran Zhisheng Kongzi) dilaksanakan pada saat bulan ketujuh, yaitu saat matahari berada di 23 1/2° Lintang Utara. Kendati awal tahun dan bulan ketujuh penanggalan Dinasti Zhou berbeda dengan awal tahun dan bulan ketujuh penanggalan Kongzili yang kita pakai sekarang, persembahyangan pada leluhur dan arwah umum pada bulan ketujuh oleh umat Konghucu tetap dilaksanakan hingga kini.

Sekarang persembahyangan arwah leluhur pada bulan tujuh dilaksanakan oleh umat Konghucu antara tanggal 1–15 bulan 7 sedangkan persembahyangan arwah umum (Jing He Ping) dilaksanakan antara tanggal 16–30 bulan tujuh. Kedua persembahyangan ini tentu saja tidak dilakukan bersamaan karena bila dilakukan bersamaan tidak sesuai kesusilaan.

Persembahyangan arwah leluhur sesuai tuntunan Kitab Sishu Wujing adalah wujud bakti umat Konghucu pada orang tua dan leluhur yang telah mendahulu hingga lima generasi. Untuk mengenang, mendoakan dan memohon restu.

Sedangkan sembahyang arwah umum adalah wujud cinta kasih umat Konghucu pada sesama yang telah mendahulu dan tidak ada keturunan yang menyembahyangi, sekaligus wujud kepedulian pada sesama yang membutuhkan dengan membagikan sumbangan. Biasanya sumbangan berbentuk hasil bumi. Kemungkinan, zaman dulu pembagian kurang diatur dengan baik sehingga orang yang membutuhkan 'rebutan' karena tidak sabar menunggu. Jadilah sembahyang arwah umum dikatakan sebagai sembahyang rebutan. Saya kurang sependapat dengan keyakinan sebagian masyarakat bahwa 'rebutan' atas sajian sembahyang dilakukan oleh para arwah karena kelaparan.

Demikianlah cinta kasih umat Konghucu bukan saja berwujud bakti pada orang tua dan leluhur yang masih hidup tapi juga yang telah mendahulu. Demikian pula cinta kasih umat Konghucu pada sesama bukan hanya pada yang masih hidup tapi juga pada sesama yang telah mendahulu.

Bagi saya pribadi, dalam kosmologi dan spiritualitas yin yang, bulan ketujuh adalah peralihan dari tai yang (musim panas) ke shao yin (musim gugur), seperti saat magrib yang juga merupakan peralihan dari tai yang (siang) ke shao yin (malam) yang ditafsirkan sebagai saat angker di mana arwah-arwah sedang keluar sehingga sebaiknya tidak keluar rumah karena akan membawa dampak negatif. Sebetulnya hal yang masuk akal karena cuaca sedang berubah akan berakibat kurang baik bagi kesehatan. Saat peralihan seperti ini energi yin sedang 'berkuasa'.  Bagi sebagian orang, situasi perubahan ini diartikan sebagai waktu arwah/hantu sedang berkeliaran. Jadilah legenda dan mitos seputar itu memasyarakat.

Anda boleh sependapat atau tidak dengan tulisan ini. (US) 08082021


Zhongyong XIX: 5, Lunyu VII: 21, Lunyu III: 12, Linty XII: 5, Liji XVIII Za Ji B: II: 24, Mengzi IVA: 19, Mengzi IA: 7.12, Liji XIV Da Chuan I: 7.

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN