PURIFIKASI PESAN


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Apakah Anda pernah melakukan permainan mengirim pesan? Mudah-mudahan sudah. Permainannya sederhana. Anda membisikkan satu kalimat tertentu lalu pesan tersebut dibisikkan ke orang berikut terus berurutan hingga orang terakhir. Orang terakhir lalu diminta menyebutkan dengan lantang pesan yang dia dengar. Bagaimana hasilnya? Kalau Anda pernah melakukan permainan ini, hampir dapat dipastikan pesan yang diucapkan oleh orang terakhir menyimpang dari pesan pertama yang dibisikkan.

Salah satu upaya purifikasi atau pemurnian pesan adalah dengan merekam pesan dan rekaman pesan disampaikan pada semua anggota kelompok bukan dengan berjenjang. Dengan cara ini distorsi pesan diminimalisir.

Kesalahan dalam menerima dan menerjemahkan pesan seringkali menimbulkan persoalan. Dalam sejarah dunia kesalahan ini menimbulkan dampak besar dan membelokkan jalan sejarah.

Kemampuan secara tepat menerjemahkan pesan morse yang dikirimkan pihak Jerman menyebabkan kekalahan Jerman.

Manusia adalah makhluk hidup yang mempunyai bahasa lebih kompleks dibandingkan binatang. Manusia pula yang mampu menerjemahkan bahasa lisan melalui huruf menjadi bahasa tulisan. Bahasa merupakan penyebab utama manusia menjadi yang terunggul dibandingkan makhluk hidup lain. Dengan bahasa manusia menjadi terhubung relatif tanpa batas. Teknologi internet semakin mengakselerasi keterhubungan manusia.

Berkomunikasi dengan bahasa lisan dan bahasa tertulis tidaklah sama. Bahasa tertulis tidak mampu menerjemahkan emosi dengan tepat. Mimik muka, gerakan tangan, sentuhan, tangisan, tawa dan bahasa tubuh lainnya mengungkapkan emosi manusia yang dapat dilihat dan dirasakan oleh lawan bicara. Huruf yang dirangkai dalam kata dan kalimat serta emoticon hanya mampu menerjemahkan sebagian perasaan dalam pesan yang disampaikan.

Kita sudah tahu perbedaan berkomunikasi langsung dan melalui perantara, kita tahu pula beda bahasa tulisan dan bahasa lisan. Di situ ada distorsi informasi dan perasaan. Maka berhati-hatilah dalam menerima dan meneruskan pesan apalagi bila bukan dari sumber asli, perlu diresapi, dicek dan ricek, saring sebelum sharing agar tidak timbul masalah yang dampaknya bisa dahsyat. Terhadap pesan yang disampaikan dari orang yang Anda kenal perlu cek dan ricek apalagi pesan dari sumber tak jelas karena bisa saja merupakan HOAX yang dibuat secara sengaja untuk memancing diair keruh. Meneruskan pesan yang salah ada konsekuensinya loh.

Pada era Perang Dunia II seorang jendral yang sangat sukses melakukan cek dan ricek pada prajuritnya yang paling bodoh untuk memastikan pesan yang dia sampaikan diterima dengan tepat karena pesannya akan sangat menentukan apakah strategi dan taktiknya dapat diimplementasikan dengan baik sehingga akan menentukan kemenangan dan kekalahan.

Teknologi informasi memungkinkan adanya purifikasi informasi, tapi teknologi informasi jangan justru memisahkan hubungan antar manusia menjadi sekedar serangkaian pesan melalui deretan huruf menjadi kata dan kalimat. Kemanusiaan tak sekedar huruf dan angka. Bijaklah memilih dan memilah. Ada pesan 'tanpa perasaan' dan ada pesan 'dengan perasaan'.

Jangan coba-coba berkomunikasi dengan pasangan Anda hanya melalui line, WA, IG, FB dan lainnya. Anda perlu menjalin hubungan yang lebih intens dengan bergandeng tangan, menonton, tertawa, bertengkar, menangis, makan bakso bareng, atau menatap mata pasangan Anda sambil mengatakan kamu luar biasa 'I love you'.  Hati-hati jangan sampai mimik Anda ragu atau sedang berbohong apalagi sambil tersenyum sinis. 

Kalau sampai terjadi, tanggung sendiri akibatnya. (US) 20092021

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN