SAAT ZENGZI AKAN BERPULANG


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Zengzi adalah salah seorang murid Nabi Kongzi yang tergolong muda. Ia lebih muda 46 tahun dari Nabi Kongzi. Zengzi menjadi pewaris dan penerus agama Konghucu yang diemban sebagai misi suci gurunya, Nabi Kongzi.

Kepada Zengzi, Nabi Kongzi mengajarkan Jalan Suci yang Satu menembusi semuanya, yang dijabarkan Zengzi sebagai ajaran Zhong Shu (satya dan tepasalira) seperti termaktub dalam Kitab Lunyu IV: 15.

Zengzi pula yang membukukan Daxue (Kitab Ajaran Besar) dan Xiao Jing (Kitab Bakti).

Daxue merupakan buku pertama Kitab Sishu yang berisi bimbingan pembinaan diri menempuh dao. Xiao Jing berisi percakapan antara Zengzi dengan Nabi Kongzi mengenai ajaran laku bakti.

Cerita saat Zengzi akan berpulang di bawah ini yang diambil dari buku The Path They Have Trod, yang memberi keteladanan kepada kita bagaimana nilai spiritual xiao (bakti), sebagai wujud rasa syukur atas karunia kehidupan dari Tian (melalui kedua orang tua) begitu berpengaruh dan membentuk karakter seseorang.

Pada waktu Zengzi akan berpulang, Zengzi memanggil murid-muridnya dan berkata, “Lihatlah tangan dan kakiku. Adakah yang luka?”

“Tidak ada,” jawab para murid.

“Melalui orang tua kita mendapatkan hidup ini, maka kita berhutang budi kepada mereka dan karenanya kita harus merawat baik-baik tubuh ini. Aku gembira dapat melewati perjalanan hidup ini tanpa menderita hukuman yang menjadikan tubuh ini cacat."

Setelah berkata demikian, Zengzi memejamkan mata dan tersenyum lembut, nampak kedamaian dan kepuasan di wajahnya. Baginya badannya ialah seperti cawan suci (tempat sajian sembahyang) yang berisi dirinya, bukan penjara bagi jiwanya.

Sejenak kemudian, Zengzi membuka mata dan berkata, “Tetapi betapa pun pentingnya menjaga dan merawat tubuh, lebih utama lagi menjadi manusia yang bermoral luhur dan jujur-tulus. Laku yang demikian itu juga satu di antara jalan yang terbaik untuk menyatakan hormat kepada orang tua kita.”

Demikianlah, sekali pun sudah menjelang akhir hayatnya, Zengzi masih memikirkan orangtuanya dan mengingatkan para muridnya.

Bagaimana dengan Anda dan saya? (US) 29112021


Sumber: Bab V Buku Pendidikan Agama Konghucu untuk Pendidikan Tinggi, Belmawa Kemendikbud 2016.

Postingan populer dari blog ini

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU

MEMASUKKAN MUTIARA PADA JENAZAH

AGAMA KHONGHUCU BERASAL DARI BUDDHA: SEBUAH CATATAN PERKULIAHAN