ULANG TAHUN PERNIKAHAN


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Happy Wedding Anniversary atau kadang-kadang kita menyingkat dengan HWA saat kita mengucapkan selamat pada saudara, teman, atau kolega kita yang merayakan ulang tahun pernikahan mereka—kalau kebetulan kita ingat atau kita melihat status dalam medsos mereka atau bisa jadi kita diundang untuk turut merayakan.

Berbagai cara dilakukan dan acara dilaksanakan dalam merayakan ulang tahun pernikahan seseorang.

Dulu saat Mama dan Papa memasuki usia pernikahan ke-50 tahun, kami anak-anaknya merayakan di salah satu restaurant di kota Bandung dengan mengundang saudara dan sahabat. Dalam surat undangan tertera "Kawin Emas".

Suatu momen membahagiakan dan mengharukan bagi kami semua. Mama dan Papa adalah pasangan serasi berbeda 11 tahun yang selama pernikahan mereka senantiasa rukun harmonis, saya belum pernah melihat mereka bertengkar. Mereka telah membangun keluarga seperti dipesankan Kitab Suci laksana alat musik yang ditabuh Harmonis. Kami anak-anaknya cukup bahagia walau bukan dari keluarga berada, apalagi kaya raya.

Hari ini saya dan istri merayakan ulang tahun pertama pernikahan kami dengan makan bersama berdua di rumah kami dengan ditemani anak hasil pernikahan kami yang baru lahir bulan yang lalu. Kebetulan tahun ini tiga orang anak kami yang sudah dewasa tidak dapat berkumpul bersama.

Harapan kami, kami pun mempunyai pernikahan seperti orang tua kami. Kami perlu terus belajar dan berkomitmen untuk mewujudkannya.

Dua pribadi yang berbeda dengan latar belakang keluarga berbeda dipersatukan dalam pernikahan tentu saja memberi tantangan tersendiri. Pertengkaran-pertengkaran kecil kadang terjadi karena latar belakang kami. Adu argumentasi dalam menghadapi berbagai persoalan rumah tangga tentu saja terjadi.

Berdasarkan buku yang saya baca dan apa yang saya alami, hidup berumah tangga itu sangat berbeda dengan hidup lajang. Banyak penyesuaian-penyesuaian perlu dilakukan. Sifat ingin menang sendiri harus dijauhkan. Memberi komentar langsung pada kekurangan atau kekeliruan pasangan perlu dibatasi bahkan kalau bisa dihilangkan. Tak perlu mempersoalkan hal-hal sepele. Hal keuangan perlu dikelola dengan baik dan adil. Satu sikap kunci yang dapat mengurangi perselisihan membesar adalah sikap mau mengalah.

Sikap kunci paling utama adalah komitmen. Komitmen untuk mempertahankan rumah tangga saat senang terlebih lagi saat susah, saat tak banyak masalah terlebih lagi saat dihadapkan segunung masalah. Banyak pernikahan berakhir dengan perceraian karena tak punya komitmen yang kuat untuk mempertahankannya saat menghadapi segunung persoalan. Bila kita mempunyai komitmen kuat, kita takkan mengkhianati pasangan kita saat menghadapi masalah besar dalam kehidupan rumah tangga. Kita takkan berkhianat saat pasangan terpuruk, sakit parah, kehilangan pekerjaan, atau kesulitan ekonomi menerjang.

Entah, apakah kami akan mendapat kesempatan seperti orang tua kami merayakan 50 tahun pernikahan atau tidak, tapi setidaknya kami terus belajar, berkomitmen dan berupaya agar kami dapat mewujudkan pernikahan yang rukun harmonis umpama alat musik yang ditabuh harmonis.

Happy Wedding Anniversary, istriku. 

Terima kasih kamu mau menerima aku apa adanya. Aku suamimu paling keren dan hebat di dunia yang tak pernah berbuat kesalahan. Hahaha. (US) 21112021


Zhong Yong XIV: 2, Yijing Hexagram 27

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG DAN DOA

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU

SALAM KEBAJIKAN DALAM KEGIATAN LINTAS AGAMA DAN KENEGARAAN