PERTANYAAN TENTANG PERKABUNGAN TIGA TAHUN


Salam Kebajikan, 
惟德動天,

Pada zaman sekarang yang serba praktis dan instan, perkabungan tiga tahun semakin jarang dilaksanakan. Orang-orang lebih banyak memilih melaksanakan perkabungan 49 hari, 100 hari, 1 tahun, atau bahkan sama sekali tidak melaksanakan.

Bab XXXV Kitab Liji (Catatan Kesusilaan) dengan judul San Nian Wen atau Pertanyaan tentang Perkabungan Tiga Tahun layak kita baca dan renungkan sehingga kita memahami alasan mengapa perkabungan tiga tahun dilaksanakan dan sebetulnya layak dilaksanakan oleh kita sebagai manusia dengan beberapa penyesuaian kecil.

Mari kita simak.

1. Apa maksud dilakukan perkabungan tiga tahun? Berbagai peraturan tentang perkabungan itu ditegakkan berdasar harmoninya dengan perasaan manusia. Dengan itu diungkapkan jalinan hubungan di dalam masyarakat; dalam kekerabatan ditunjukkan jauh-dekatnya hubungan dan dalam peringkatnya dibedakan mulia atau rendahnya kedudukan. Ketentuan itu tidak boleh dikurangi atau ditambah; maka disebut, ‘Itulah Jalan Suci yang tiada perubahan (Wu Yi Zhi Dao).’

2. Bila luka lebih besar akan lebih lama terasa sakit; dan bila lebih terasa sakit akan lebih lambat sembuhnya. Berkabung tiga tahun ditegakkan harmonis dengan berbagai perasaan yang terjadi untuk mengungkapkan betapa besar peringkat kepedihannya. Jubah berkabung dengan pinggiran tidak rata, jubah berkabung berwarna gelap yang dibuat dari rami jantan (Qu) disertakan tongkat, ruang duka dekat tembok, bubur, tidur beralas gelagah dan berbantal gumpalan tanah: —Semuanya itu untuk menunjukkan duka yang sangat.

3. Upacara perkabungan tiga tahun diakhiri setelah dua puluh lima bulan. Saat itu rasa sedih dan sakit belum berakhir. Pikiran yang merindukan belum hilang; tetapi pengenaan pakaian perkabungan wajib dihentikan; bagaimana boleh pengantaran kepada yang meninggal dunia tiada akhirnya; wajib kembali kepada kehidupan adalah menjadi batasnya.

4. Semua makhluk yang hidup di antara langit dan bumi, yang berdarah dan bernafas tentu mempunyai pengetahuan; mereka pasti mempunyai pengetahuan akan golongannya; tidak ada satupun yang tidak tahu untuk mencintai jenisnya. Burung dan hewan besar: —Bila diantaranya ada yang kehilangan pasangan, setelah sebulan atau semusim tentu akan kembali dan pergi ke tempat perburuannya yang lama. Makhluk itu akan berputar-putar dan menjerit; sebentar bergerak dan sebentar berhenti; nampak benar-benar kebingungan dan melakukan gerakan-gerakan yang tidak menentu sebelum makhluk itu meninggalkan tempat itu. Seperti walet dan burung gereja akan mencuit dan menjerit kecil sebelum meninggalkan tempat. Tetapi diantara makhluk yang berdarah dan bernafas, tidak ada yang lebih cerdas dari manusia; dan karenanya perasaan seseorang yang kematian orang tua akan tetap tidak melupakan sampai matinya.

5. Akankah orang mengikuti contoh dari orang-orang yang terlanda kesesatan dan kemaksiatan? Orang yang demikian itu bila pagi hari kematian keluarganya, sore hari akan melupakannya. Tetapi orang yang mengikuti hal semacam itu, telah jatuh martabatnya yang bahkan tidak sepadan dengan burung dan hewan. Betapa mereka dapat hidup bersama kelompoknya dengan tidak jatuh ke dalam kekacauan?

6. Adakah tidak sebaiknya mereka mengikuti suri tauladan para Junzi yang membina perilakunya mematuhi peraturan yang mengatur perasaan dukanya? Dalam hal itu, 25 bulan yang menjadi akhir masa perkabungan akan dirasakan seperti cepatnya kereta yang ditarik 4 ekor kuda melewati suatu celah. Bila perasaan duka itu diperturut, itupun akan menjadi tiada batasnya.

7. Maka raja suci yang telah mendahulu itu menegakkan secara tengah—tepat (zhong)—dalam perkabungan dan ditunjukkan batasnya yang satu (tidak mendua). Segera setelah mencukupi penggenapan tata tertib untuk berbagai perasaan duka itu, semuanya wajib diakhiri.

8. Bila demikian, mengapa ada yang hanya berlaku setahun? Jawabnya ialah: —untuk famili yang terdekat ada waktu jeda setelah berlangsung perkabungan setahun.

9. Bagaimana begitu? Jawabnya ialah: —Saling pengaruh antara langit dan bumi menjadikan semuanya bergulir; dan keempat musim ganti-berganti mengalami perubahan. Segala sesuatu yang ada di antara langit dan bumi tiada yang tidak mengalami proses pembaharuan. Peraturan perkabungan bermaksud menggambarkan hal itu.

10. Mengapa kemudian ada perkabungan tiga tahun (untuk orang tua)? Jawabnya ialah: —Itu karena berharap dapat mengagungkan dan lebih memberi kesan, sehingga waktunya dilipatkan yang meliputi dua tahun.

11. Mengapa ada perkabungan sembilan bulan dan yang lebih pendek? Jawabnya ialah: —Itu untuk menghindari agar perkabungannya tidak menyamai (perkabungan yang lebih panjang).

12. Maka perkabungan tiga tahun dinyatakan sebagai pernyataan duka yang tertinggi dalam perkabungan; perkabungan tiga bulan dan lima bulan (Si Ma dan Xiao Gong) sebagai yang terendah; sedang perkabungan setahun dan sembilan bulan berada diantaranya. Langit diatas memberi contoh; bumi dibawah membawakan hukum dan manusia ada ditengah-tengahnya. Keharmonisan dan persatuan yang wajib dibangun di dalam hidup manusia di tengah-tengah rumpunnya semuanya nampak benar-benar ditunjukkan.

13. Maka di dalam perkabungan tiga tahun, bentuk tertinggi yang menunjukkan keagungan dan kemuliaan Jalan Suci manusia dibabarkan. Ya, demikianlah yang dinamai ungkapan perilaku paling agung.

14. Dalam hal ini, beratus raja (segala dinasti) setuju. Yang berlaku pada zaman kuno dan zaman sekarang, satu dan sama, tetapi kapan itu berawal, tidak diketahui.

15. Nabi Kongzi bersabda, “Seorang anak sampai usia tiga tahun, baru lepas dari pelukan ayah-bunda. Perkabungan tiga tahun karenanya berlaku bagi semua dibawah langit ini.”

Mungkinkah perkabungan tiga tahun tidak dilaksanakan karena hubungan orang tua dan anak telah merenggang dan kemanusiaan kita telah memudar? 

Entahlah. (US) 13012022

Postingan populer dari blog ini

NABI DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU

MEMASUKKAN MUTIARA PADA JENAZAH

AGAMA KHONGHUCU BERASAL DARI BUDDHA: SEBUAH CATATAN PERKULIAHAN